We make a life by what We give

We make a living by what We get…. We make a life by what We give… Let's give good things to people around us..

Senin, 05 April 2010

Kisah 1000 Hari Sabtu


Shared by Fr. Rick of Kingston , NY

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya

keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau

mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja.

Apapun alasannya,

beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan

membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di

tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang

tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya:


Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara

Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara

emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang

di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin

mendengarkan apa obrolannya.



"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku

yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali

kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering.

Sulit kupercaya kok ada

anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi

kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun

kau tak sempat".

Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku

mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam

hidupku".



Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng"

nya. "Begini Tom,

suatu hari aku duduk-duduk dan mulai

menghiitung- hitung. Kan umumnya orang

rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang

kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun.

Lalu, aku kalikan 75

ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua

hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang

perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih

penting".



"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua

detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan

2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup

sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang

masih bisa kunikmati".



"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang

ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000

kelereng itu.

Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang

kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio.

Setiap Sabtu sejak itu, aku

selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .



"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang,

aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam

hidupku.

Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di

dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan

meluruskan segala prioritas hidupmu".



"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan

teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi.

Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari

kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang

akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan

ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".



"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa

melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan

aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"



Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa

terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu.

Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan

segalanya.

Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku

ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah

kecupan.



"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan".



"Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum.



"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah

cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya,

nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."



SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL AND MAY YOU

HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar